-->
Selamat Datang & Terima Kasih Telah Berkunjung. Senang Bisa Berbagi

Bidadariku

Bidadariku
Bidadari bermata mawar yg datang ketika subuh dengan sepanggul embun itu, aku mencintainya. dia yang mengukir syahadat di sepanjang lidahku, kemudian mengkristal dlm jiwaku. dan aku berhenti menangis, karena sudah tau dimana doa akan bermuara. dia yang memaksaku menyelam dlm embun. karena, katanya, ada aksara yang harus aku baca di dlmnya dan ku hafal untuk menapak langkah di tubuh mentari yg menggerakkan jarum jam, dan dunia berubah-ubah wajah karenanya. 
Bidadari yg berbicara tentang embun pada bunga-bunga yg mengatup itu, aku mencintainya. dia yang mengembalikan rekah bunga-bunga dengan cerita embunnya, kemudian wangi semerbak. dia juga yang selalu menunjukkan pertapa tua didalam embun yg tidak bosan-bosan membasuh luka siapa saja yang menjemput fajar dgn qunut. 


Bidadari berairmata hujan tanpa halilintar itu, aku sangat mencintainya. dia yg merangkai pelangi dari sisa hujan dimatanya, lalu menyuruhku menghafal satu persatu warnanya sebagai anugrah yang berbeda. dia pula yang mengenalkanku mentari dan menitipkanku pada hangatnya besama bibit-bibit cinta yang mulai redup. 
Bidadari bergaun kasih sayang yang selalu menyeka air mataku dgn lengan gaunnya itu, aku mencintainya. dia yang mendekapku setiap kali mimpi buruk dalam tidurku membuatku berkeringat dingin. barangkali karena itu aku ingin selalu bayi. 
Bidadari yang memiliki beribu peri yang ditugaskan untuk menjagaku itu “IBU”. 
aku mencintainya.

- Abu Yazid 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel